Oleh : Dr. Muslich Taman, Humas SMAN I Rumpin, Penulis Buku: Guru Sang Arsitek Masa Depan
SwaraBogor.com | Bogor – Pesantren Ekologi yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merupakan sebuah ikhtiar pendidikan yang memadukan nilai-nilai spiritual, kepedulian sosial, serta tanggung jawab ekologis dalam satu rangkaian kegiatan yang terintegrasi. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Jawa Barat tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter yang mencintai tanah air sekaligus menjaga kelestarian bumi sebagai amanah dari Sang Pencipta.
Kegiatan Pesantren Ekologi di SMAN I RUMPIN Kab. Bogor setiap hari dimulai dengan pembukaan lalu dilanjutkan dengan shalat dhuha dan tadarus pagi bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan desain pembelajaran dalam setiap siklus, dan dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran. Kegiatan tadarus Al-Qur`an selama pesantren ekologi berlangsung, manargetkan khatam membaca surat-surat Al-Quran juz 28, 29, dan 30. Selain itu, kegiatan tadarus bersama juga difokuskan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait dengan tema pembelajaran ekologi. Proses ini dimaksudkan agar menjadi landasan spiritual bagi seluruh aktivitas yang dilakukan setelahnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an tersebut tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diterjemahkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan. Dengan demikian, kegiatan ini menegaskan bahwa ajaran agama tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa kemaslahatan bagi lingkungan dan masyarakat.

Metode pembelajaran yang digunakan dalam Pesantren Ekologi tahun ini mengacu pada sintak Panca Niti, yaitu niti harti, niti surti, niti bukti, niti bakti, dan niti sejati. Tahap niti harti menekankan pada proses memahami nilai dan makna dari ajaran yang dipelajari. Tahap niti surti mengajak peserta didik untuk menginternalisasi nilai tersebut dalam kesadaran diri. Selanjutnya pada tahap niti bukti, nilai yang telah dipahami diwujudkan dalam tindakan nyata. Tahap niti bakti mengarahkan peserta didik untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan lingkungan. Sementara itu, niti sejati menjadi puncak proses pembelajaran, yakni ketika nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari karakter dan perilaku keseharian.
Kegiatan Pesantren Ekologi dilaksanakan dalam tiga siklus utama. Siklus pertama mengangkat tema kebersihan lingkungan, yang mendorong siswa untuk membangun kesadaran bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman sekaligus fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang sehat. Siklus kedua bertema hemat energi, yang menanamkan sikap bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam serta menghindari pemborosan energi. Adapun siklus ketiga bertema kelestarian alam, yang diwujudkan melalui aksi ekologis, berupa penanaman pohon di lingkungan sekitar sekolah.

Selain program tersebut, SMAN 1 Rumpin juga menjalankan sejumlah program penguatan karakter dan kepedulian sosial. Program Poe Ibu, misalnya, berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 4.700.000 yang kemudian dimanfaatkan untuk membantu siswa, GTK, serta keluarga warga sekolah yang membutuhkan. Program Wakaf Al-Qur’an juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dari donatur dengan tersalurkannya 35 mushaf Al-Qur’an kepada siswa yang di rumahnya belum memiliki mushaf Al-Qur’an.
Program Rantang Kanyaah turut memperkuat dimensi sosial dari kegiatan ini. Melalui program tersebut, berhasil dihimpun 300 paket takjil untuk berbuka puasa serta 30 paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat dhuafa di sekitar lingkungan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial di kalangan siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat sekitar.

Pada saat yang bersamaan, program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat juga dapat diimplementasikan secara baik kepada siswa. Program tersebut meliputi kebiasaan bangun pagi, taat beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Dalam praktiknya, para siswa dibiasakan datang lebih pagi dengan berjalan kaki dan tiba tepat waktu pada pukul 06.30 WIB. Selanjutnya mereka berkumpul di halaman sekolah untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah, tadarus pagi, serta pembacaan doa bersama. Dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi inspiratif, serta pembagian doorprize yang semakin meningkatkan semangat partisipasi siswa. Puncak kegiatan setiap siklus berlangsung pada hari Jumat melalui Aksi Ekologi, yaitu pada tanggal 27 Februari, 06 Maret, dan 13 Maret. Dan pada hari Jumat 13 Maret 2026, di sore harinya, kebersamaan dan kebahagiaan mereka dirayakan dengan acara buka puasa bersama di halaman utama sekolah dengen penuh rasa gembira dan tasyakur.
Sebagai Ketua OSIS, Mandala menyatakan, sangat plong, karena seluruh rangkaian kegiatan Pesantren Ekologi di SMAN 1 Rumpin berjalan dengan sukses dan mendapat partisipasi yang maksimal dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang ada. Kerjasama dan kebersamaan seluruh warga sekolah menjadi kunci keberhasilan program ini, tegas Mandala.

Begitu juga menurut Hendri Purnomo, MM., selaku Waka Kesiswaan. Dirinya merasa bersyukur karena seluruh unsur yang ada di sekolah terlibat aktif menyukseskan kegiatan yang ada. Semua bekerja keras sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, jelas Hendri. Dirinya juga menambahkan, “Kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari peran Ibu Hikmawati, M.Pd, selaku Pengawas Pembina KCD Wilayah 1. Beliau secara aktif mengarahkan, membimbing, dan memantau jalannya kegiatan. Turut hadir dalam berbagai rangkaian acara, dan bahkan, ikut terlibat langsung dalam kegiatan Aksi Ekologi, penanaman pohon di sekeliling lapangan sepak bola SMAN 1 Rumpin.”
Dalam Aksi Ekologi menanam pohon, panitia juga berkolaborasi dengan Pusat Persemaian Bibit Nasional yang ada di Rumpin dalam pengadaaan bibit pohon. Tim panitia sekolah bersilaturahmi dengan pihak manajemen pusat persemaian bibit dan alhamdulillah, melalui Bapak Atep, panitia mendapatkan bantuan sebanyak 150 bibit pohon.

Melalui kegiatan Pesantren Ekologi ini, SMAN 1 Rumpin ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang berlandaskan nilai spiritual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab ekologis, kelak mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga bumi. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Jawa Barat benar-benar mencintai bumi dan berkomitmen menanamkan nilai tersebut kepada generasi masa depan. Wallahu a`lam bis shawab.(*/Red-Tm)
