SwaraBogor.com | Parung Panjang – Terletak secara strategis di ujung barat Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, wilayah Parungpanjang kini muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di sektor pariwisata. Perkembangan pesat ini merupakan hasil dari kebijakan pembangunan infrastruktur terintegrasi yang responsif, menjadikan Parungpanjang sebagai destinasi unggulan yang kompetitif di Jawa Barat.
Akselerasi pembangunan di Parungpanjang tidak terlepas dari komitmen kuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Langkah strategis dalam memperbaiki aksesibilitas telah mengakhiri isolasi wilayah, mempermudah kunjungan wisatawan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Tangerang, hingga Kabupaten Lebak.

Konektivitas ini didukung penuh oleh layanan Kereta Api Indonesia (KAI) melalui berbagai rute strategis, antara lain:
- Tanah Abang – Parungpanjang
- Rangkasbitung – Tanah Abang (melalui Parungpanjang)
- Tangerang – Parungpanjang (dengan transit di Duri)
- Bogor – Parungpanjang (dengan transit di Tanah Abang)
Kini, wilayah Parungpanjang menawarkan ragam destinasi yang mencakup berbagai segmen wisatawan:
Wisata Alam & Petualangan
Gunung Dago menjadi ikon utama dengan panorama alam yang memukau serta fasilitas Jeep Off-Road bagi pecinta adrenalin. Selain itu, terdapat Danau Cinangsi yang menyuguhkan ketenangan alam yang asri.

Wisata Budaya & Edukasi
Rumah Anak Bumi memperkuat identitas wilayah melalui pelestarian seni dan budaya lokal, termasuk dengan menyelenggarakan pelatihan teater.
Destinasi Santai & Kuliner
Jati Ombo dan Kopi Taher Jagabita kini menjadi ciri khas yang ikonik. Sementara itu, kawasan Centraland hadir sebagai pusat kuliner modern yang bersinergi dengan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Camat Parungpanjang, Drs. Chairuka Judhyanto, M.Si., menyatakan bahwa wilayahnya kini sangat layak dikunjungi berkat ketersediaan destinasi yang mampu mendorong putaran roda perekonomian.
“Parungpanjang kini menawarkan paket lengkap, mulai dari wisata alam, pelatihan seni, hingga fasilitas penginapan seperti Villa Dago dan Homestay Jati Ombo. Kemudahan akses transportasi kereta api menjadikannya pilihan praktis bagi wisatawan,” ujar Chairuka pada Sabtu (28/03/2026).
Efektivitas transformasi ini tercermin dalam data kunjungan yang signifikan. Pada masa pasca-Lebaran (H+7) tahun ini, tercatat kunjungan di Wisata Gunung Dago saja mencapai angka ± 1.000 pengunjung per hari, yang didominasi oleh wisatawan dari luar daerah.
Melalui perpaduan aksesibilitas yang unggul, kesiapan pelaku UMKM, dan keragaman destinasi, Parungpanjang optimis dapat terus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat lokal. Wilayah ini kini bukan sekadar simpul penghubung antara Jawa Barat dan Banten, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing.
Kontak Media:
Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor
Penulis: AWR
