Oleh : Muslich Taman, Guru PAI SMAN I Rumpin, Penulis Buku: Guru Sang Arsitek Masa Depan.
SwaraBogor.com | Bogor – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak awal pelaksanaan Musda AGPAII (Musyawarah Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia) yang dirangkai acara Halal bi Halal. bertempat di ruang aula SMKN I Cibinong Kab. Bogor, pada Ahad 25 April 2026. Kegiatan yang dikemas dengan nuansa santai namun tetap khidmat ini menjadi cerminan karakter AGPAII, sebagai organisasi yang tidak hanya formal, tetapi juga humanis —menyatukan semangat perjuangan dan nilai-nilai kekeluargaan dalam satu ruang kebersamaan.
Acara dibuka oleh pembawa acara, Kang Jae dengan gayanya yang humoris, berhasil mencairkan suasana dan membuat semua peserta akrab. Applause dan tawa peserta menjadi apresiasi dan tanda bahwa forum Musda tidak kaku, hidup, dan bersahabat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai simbol spiritualitas dan nasionalisme yang berjalan beriringan. Sambutan Ketua Panitia, Hj. Rakhmi Ifada, M.Pd.I, dilanjutkan sambutan dari DPW AGPAII Jawa Barat sekaligus membuka secara resmi acara Musda 4, dan menutup sesi seremoni sebelum doa dipanjatkan dengan hikmat sebagai peneguh harapan dan keberkahan acara.

Memasuki agenda inti, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Masa Bakti 2021–2026 dipimpin langsung oleh Ketua Umum, H. Cucu Salman, M.Ag., yang saat ini sekaligus tokoh nomor wahid di KCD Wil. I. Dalam pengantarnya, beliau menyampaikan harapan tulus agar segala upaya dan dinamika yang telah dilalui menjadi pijakan kuat bagi kepengurusan berikutnya untuk melangkah lebih maju.
Lanjut beliau, “AGPAII adalah organisasi pengabdian dan perjuangan. Ia membutuhkan semangat pengorbanan, ketulusan, dan tentu saja profesionalitas,” tegasnya. Dalam masa kepemimpinannya, AGPAII telah memainkan peran strategis sebagai jembatan antara guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dengan pemerintah, khususnya Kemenag Kabupaten Bogor.
Disinggung dalam laporannya, bahwa salah satu capaian sangat penting di masa kepengurusannya adalah perjuangan dalam akses Tunjangan Profesi Guru (TPG). Banyak guru PAI yang selama ini belum mendapatkan hak tersebut, kini telah berhasil memperolehnya melalui advokasi yang konsisten. Sinergi kelembagaan dengan Kementerian Agama pun dinilai semakin kuat dan produktif.

Di tengah jalannya pemaparan LPJ, suasana semakin dinamis dan mengundang penasaran peserta Musda, dengan kehadiran Kasi PAIS sekaligus Kasubag TU Kemenag Kabupaten Bogor, H. Roby Samsi. Sosok penting di Kemenag Kab. Bogor yang memiliki pembawaan santun dan lemah lembut ini pun didaulat memberikan sambutan sekaligus pembinaan kepada peserta Musda. Dalam pesannya, selain mengingatkan agar sebagai muslim harus punya semangat memaafkan dan meminta maaf, beliau juga menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian. Termasuk menjaga akhlak dan adab dalam setiap langkah perjuangan.
“Jika ada isu negatif terkait TPG, mohon ditabayunkan kepada kami. Kami berkomitmen memperjuangkan hak-hak guru PAI secara maksimal. Sampaikan niat baik dengan cara yang baik. Jangan buru-buru su’uzhan,” ujarnya tegas.
Setelah jeda tersebut, pembacaan LPJ dilanjutkan oleh Muhammad Fadli, S.Th.I selalu Wakil Ketua 1, dan laporan keuangan oleh Bendahara, Syarifah Alawiyah, M.Pd. Dengan penuh perhatian, para peserta menyimak seluruh pemaparan hingga tuntas. Hasilnya, forum Musda secara bulat menerima Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Periode 2021–2026.
Tahapan penting selanjutnya adalah pemilihan kepengurusan baru. Melalui proses musyawarah yang demokratis dan penuh kebersamaan, terpilih Samsul Wardhani, M.Pd. sebagai Ketua Umum AGPAII untuk periode selanjutnya. Sosok yang dikenal sebagai aktivis MGMP ini dinilai tepat memimpin AGPAII, memiliki pengalaman dan kapasitas dalam mengelola organisasi serta memahami dinamika dunia pendidikan.

Dalam sambutan singkatnya, beliau meminta dukungan penuh dan doa tulus dari seluruh yang hadir, demi kesuksesan mengemban amanat baru yang diberikan kepadanya.
AGPAII lahir menjadi rumah perjuangan bagi guru PAI —wadah pengembangan kompetensi sekaligus motor penggerak peningkatan kualitas Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para guru, tetapi juga oleh peserta didik dan masyarakat luas melalui pembelajaran agama yang lebih kontekstual, bermakna, dan rahmatan lil alamin.
Harapan besar pun mengemuka dari seluruh peserta Musda. Kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan, memperkuat peran strategis AGPAII, serta terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan guru PAI sebagai pilar penting dalam pembangunan karakter bangsa.
Di penghujung acara, tampil perwakilan peserta Musda yang hadir, menyampaikan ucapan trima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus di bawah pimpinan H. Cucu Salman, sosok inspiratif yang dianggap moncer karirnya tersebut. Dimulai dari pengabdiannya sebagai Guru PAI, lalu menjadi Kepala Sekolah, naik menjadi Kasubag, dan kini menjadi orang nomor satu di KCD Wil.1. Para peserta Musda yang mayoritas adalah Guru PAI, turut bersyukur dan bangga atas teladan dan dedikasinya dalam menjalankan roda organisasi AGPAII selama 5 tahun. “Semoga Allah membalas segala pengorbanan semua pengurus, dengan pahala dan kebaikan berlipat ganda,” pungkas salah seorang perwakilan yang tampil siang itu.(*/Red-Mt/Day).
