SwaraBogor.com | Bogor – Sebuah gerakan kolektif yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Robi Setiawan, dalam aksi pembersihan lingkungan atau yang akrab disapa “Corve”.
Mengenakan kaos sederhana dan dan rompi dinas Desa Rumpin, sang Kepala Desa bersama perangkat Desa tidak canggung terjun langsung membersihkan tumpukan sampah rumah tangga seperti plastik, kardus, stereofom, kardus, daun dan jenis sampah bekas rumah tangga lainnya. Aksi ini sontak memicu semangat ratusan warga untuk ikut mengambil sapu, baki, cangkul dan kantong sampah(karung).

Aksi bersih-bersih ini menargetkan dua sasaran titik krusial sampah yang menggunung di kp.warung sawah RT 001, 003 RW 004 Desa Rumpin Kecamatan Rumpin kabupaten Bogor. lahan saluran sungai(air) aktif yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Selama kurang lebih dua jam lebih, tim gabungan perangkat desa dan warga berhasil mengangkut lebih dari 25 kantung karung sampah organik dan anorganik.

“Aksi ini sudah kami gagas sebelum presiden memerintahkan program corve/bersih-bersih lingkungan, bukan hanya memberi perintah dari balik meja, tapi harus menjadi teladan terjun langsung ke masyarakat. Kalau desanya bersih, warganya sehat, rezekinya pun lancar,” ujar Robi di sela-sela kegiatannya menyeka keringat. Rabu, (12/2/2026).
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perintah Corve dari presiden, namun kami adakan agenda rutin dari kampung ke kampung, dari RT ke RT, upaya untuk mengembalikan budaya gotong royong yang mulai luntur di era modern.

Warga menyambut antusias gebrakan ini. Dengan adanya bersih-bersih lingkungan menjadi enak di pandang, segar dan sehat, apalagi seorang pemimpin Desa mau terjun membersihkan sampah di lingkungan Desanya, pimpinannya tidak segan memegang sampah yang bau.
Kepala Desa berharap aksi ini menjadi titik balik bagi kesadaran lingkungan warga. Beliau menegaskan bahwa sanksi sosial dan edukasi akan terus digalakkan bagi siapa saja yang masih membuang sampah sembarangan.

Aksi ditutup dengan sesi makan bareng dengan masyarakat dan tokoh masyarakat yang tergabung bersih-bersih di pinggir sungai, dengan tujuan memperkuat ikatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya. Desa Rumpin hari ini membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan tentu saja, dari keteladan seorang pemimpin.(Rhidayat).
