Dari AGPAII Untuk Indonesia

SwaraBogor.com | Bogor – Oleh : Dr. Muslich Taman, Guru PAI di SMAN I Rumpin, Penulis Buku: Guru Sang Arsitek Masa Depan

Ada peristiwa yang selesai ketika acara berakhir. Namun ada pula peristiwa yang justru memulai sejarahnya ketika tepuk tangan mereda. Pelantikan Pengurus DPD AGPAII Kabupaten Bogor Periode 2026–2031 adalah salah satunya. Di aula megah Gedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor, sekitar 400 guru Pendidikan Agama Islam, jajaran pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor, Pengurus DPD AGPAII Kab. Bogor, DPW AGPAII Jawa Barat, organisasi PGRI, berkumpul dalam satu semangat yang bulat, menguatkan ikhtiar bersama untuk memajukan pendidikan Islam di Indonesia.

Pagi itu, suasana khidmat langsung terasa ketika dua pembawa acara yang tampil kompak mengajak seluruh hadirin mengawali rangkaian kegiatan dengan melafalkan basmalah secara bersama-sama. Kalimat suci itu menjadi penanda seluruh ikhtiar hari itu diniatkan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT sekaligus pengabdian bagi dunia pendidikan.

Keheningan kemudian menyelimuti ruangan saat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema dari suara merdu Ustadz Muhammad Razib, S.H.I. Bacaan yang penuh penghayatan itu seolah menyejukkan hati seluruh peserta, sebelum acara disempurnakan dengan doa oleh Ustadz Drs. Nursalim, M.Pd., yang mengantarkan harapan agar kegiatan berjalan sukses dan AGPAII terus diberi kekuatan dalam mengemban amanah.

Ketua Panitia, Syarifah Alawiyah, M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa seminar dan pelantikan ini diselenggarakan sebagai ikhtiar mempererat tali silaturahmi antar guru Pendidikan Agama Islam sekaligus meningkatkan profesionalisme guru PAI di Kabupaten Bogor. Beliau juga menyampaikan rasa syukur karena kegiatan besar tersebut dapat berlangsung meriah berkat dukungan banyak pihak, termasuk berbagai sponsor yang turut berkontribusi menyukseskan acara.

Momentum penting berikutnya adalah sambutan Ketua DPD AGPAII Kabupaten Bogor yang baru, Muhammad Syamsul Wardhani, M.Pd. Dengan penuh penghormatan, beliau menyampaikan terima kasih kepada Ketua Demisioner, H. Cucu Salman, yang telah menahkodai AGPAII selama periode 2021–2026 dengan penuh dedikasi dan prestasi. Menurutnya, estafet kepemimpinan bukanlah pergantian arah, melainkan kelanjutan perjuangan.

Dalam pidatonya, Syamsul Wardhani menegaskan bahwa AGPAII bukan sekadar organisasi profesi. Lebih dari itu, AGPAII adalah rumah besar Guru Pendidikan Agama Islam, tempat berhimpunnya para pendidik yang memperjuangkan aspirasi bersama sekaligus menjadi jembatan silaturahmi antara Kantor Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan. Ia mengingatkan bahwa berbagai aspirasi guru PAI telah berhasil diperjuangkan, tetapi perjuangan itu belum selesai. Masih banyak agenda yang harus terus dikawal, mulai dari peningkatan kesejahteraan guru honorer, peningkatan kompetensi dan kualitas guru, penuntasan program baca Al-Qur’an, hingga membangun kemandirian ekonomi komunitas guru PAI agar semakin berdaya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor atas perhatian besarnya terhadap pendidikan Islam. Dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk penyediaan aula Gedung Tegar Beriman sebagai lokasi pelantikan dan seminar, menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dengan para pendidik agama dalam membangun generasi yang berkarakter.

Tak kalah penting, Ketua DPD yang baru mengajak seluruh guru PAI untuk menjaga persatuan. Menurutnya, organisasi hanya akan besar apabila dibangun di atas budaya saling menguatkan dan kolaborasi, bukan saling mencurigai apalagi saling menyalahkan. Persaudaraan harus menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pengabdian. AGPAII Kab. Bogor siap menjadi teladan dalam masalah ini.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Kasubag Tata Usaha, Bapak Wildan, menyampaikan pesan yang sarat makna. Beliau berharap AGPAII benar-benar menjadi rumah besar guru PAI yang membahagiakan sekaligus menjadi jembatan yang kokoh antara Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan. Ia juga berharap AGPAII mampu menjadi pelopor gerakan moderasi beragama serta menghadirkan wajah Islam cinta damai dan rahmatan lil ‘alamin di Indonesia melalui pembelajaran di sekolah-sekolah, terutama sekolah umum. “Tidak ada kepengurusan yang sempurna,” tegasnya, “yang ada adalah kepengurusan yang saling melengkapi dan saling menyempurnakan. Karena itu, jaga silaturahmi dan kerja sama.” Sebuah nasihat yang disambut anggukan dan tepuk tangan peserta.

Sementara itu, Ketua DPW AGPAII Jawa Barat, Drs. Yayat Supriatna, M.M., secara khusus memberikan apresiasi kepada Kabupaten Bogor sebagai tempat lahirnya AGPAII. “AGPAII lahir di Bogor,” ungkapnya penuh kebanggaan. Karena itu, beliau berharap DPD AGPAII Kabupaten Bogor mampu menjadi pelopor sekaligus teladan bagi seluruh DPD AGPAII di berbagai daerah di Indonesia.

Usai prosesi pelantikan dan rangkaian sambutan, seluruh pengurus baru bersama para pejabat dan tamu undangan mengabadikan momen melalui foto bersama. Wajah-wajah penuh optimisme tampak menghiasi setiap sudut aula, menjadi simbol semangat baru dalam mengemban amanah organisasi.

Memasuki sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Pendidikan Islam bertema, “Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era AI dan Pembelajaran Mendalam.” Seminar menghadirkan narasumber Dr. Mahnan Marbawi, MA, guru PAI yang moncer karirnya dan kini menduduki posisi di BPIP, menyampaikan berbagai gagasan tentang tantangan sekaligus peluang kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan Islam. Paparan tema yang konstekstual tersebut pun disambut antusias peserta. Diskusi berlangsung hidup melalui berbagai pertanyaan yang menunjukkan semangat guru PAI untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.

Tak terasa, ketika kumandang adzan zhuhur mulai terdengar, rangkaian kegiatan pun ditutup oleh moderator acara seminar, Muhammad Fadli, S.Th.I, yang tak lain juga Wakil Ketua I DPD AGPAII Kab. Bogor. Namun, semangat yang lahir dari aula itu, tidak ikut berakhir. Ia menjelma menjadi tekad bersama bahwa AGPAII akan terus hadir sebagai rumah perjuangan, ruang silaturahmi, sekaligus penggerak transformasi pendidikan Islam.

Dari Bogor, tempat organisasi ini pernah dilahirkan, kembali mengalir harapan besar untuk Indonesia. Sebab, ketika guru-guru Pendidikan Agama Islam bersatu dalam ilmu, ukhuwah, dan pengabdian, sesungguhnya mereka sedang menanam benih peradaban bagi masa depan bangsa yang dicinta. Salam AGPAII..!(*/Red-Rhidayat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *