SwaraBogor.com | Bogor – Kemarau ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bogor kian memprihatinkan. Di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, kondisi ini memaksa warga merogoh tenaga ekstra demi mendapatkan air bersih.
Sungai Cipinang yang biasanya mengalir deras kini surut drastis hingga mengering. Fenomena ini dimanfaatkan emak-emak setempat untuk mencari titik air. Berbekal alat seadanya seperti cangkul dan ember, aksi gotong royong warga yang didominasi ibu-ibu ini terlihat di tengah dasar sungai yang mengering.

Mereka mengeruk tumpukan pasir dan kerikil batu untuk membuat sumuran kecil. Air keruh yang perlahan keluar dari dasar sungai ditampung dan diendapkan terlebih dahulu hingga jernih. Air hasil endapan sumuran inilah yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan harian seperti mencuci tangan, kaki, piring, hingga pakaian, akibat sumur di rumah masing-masing sudah kering.
Air bersih tersebut kemudian diangkut ke rumah masing-masing menggunakan ember, galon, jeriken, dan berbagai wadah penampung lainnya.

Kondisi sulit ini memicu keprihatinan mendalam dari warga setempat. Sibyan, salah satu warga Desa Kampung Sawah, menyuarakan harapannya agar ada penanganan konkret dari pihak pemerintah daerah.
“Seharusnya pemerintah memberikan minimal satu sumur bor di setiap RT-nya. Agar ketika warga mengalami kekeringan ekstrem seperti ini, warga tidak kekurangan air bersih,” ujar Sibyan. Minggu, (13/9/2026).

Hingga kini, warga Kampung Sawah masih bergantung pada sumuran buatan di sungai Cipinang sembari berharap adanya bantuan pasokan air bersih maupun pembangunan fasilitas sumur bor dari pemerintah untuk jangka panjang.(*/Red-Rhidayat).
