Pemerintah Kecamatan Sepatan, Ucapkan Hari Pers Sedunia (HPS) 2026

SwaraBogor.com | Tangerang – Menjelang hari pers sedunia, Aan Ansori  (Camat Sepatan) menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Sedunia (HPS) yang diperingati setiap tanggal 3 Mei. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar ke 4 demokrasi yang mampu menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” Rabu (29/04/2026)

Camat Sepatan Aan Ansori mengapresiasi kontribusi insan pers yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan informasi, khususnya dalam mendukung pembangunan di tingkat desa dan kecamatan. Menurutnya, kehadiran pers sangat membantu pemerintah desa dalam menyampaikan berbagai program, kebijakan, serta perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.

Dengan semangat Hari Pers Sedunia,” Aan Ansori (Camat Sepatan),mengajak seluruh insan pers untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjaga kepercayaan publik demi kemajuan bangsa, khususnya di wilayah Kecamatan Sepatan.

Ia juga berharap agar sinergi antara pemerintah Kecamatan dan media dapat terus terjalin dengan baik, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat memberikan manfaat yang positif serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan.

Peringatan Hari Pers Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan semua pihak akan pentingnya kebebasan pers yang bertanggung jawab, serta perlunya dukungan terhadap jurnalisme yang berkualitas di era digital saat ini.

“Selamat Hari Pers Sedunia. Semoga insan pers terus menjunjung tinggi profesionalisme, independensi, dan integritas dalam menjalankan tugasnya sebagai penyampai informasi yang terpercaya,” ujarnya.

World Peace Organization (WPO) menegaskan bahwa Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh setiap tanggal 3 Mei bukan sekadar peringatan seremonial. Ini adalah pengingat bagi seluruh dunia untuk terus menjaga hak atas informasi, kebebasan berekspresi, dan kebenaran.

Hari Kebebasan Pers Sedunia ditetapkan oleh PBB sejak 1993. Tujuannya jelas: memastikan pers tetap bebas, independen, dan beragam karena itu adalah fondasi perdamaian, keadilan, dan pembangunan. Hak ini juga dijamin Pasal 19 Deklarasi Universal HAM.

“Kebebasan pers itu oksigen peradaban,” kata Presiden WPO Dr. Bambang Herry Purnomo, S.H., M.H., Kamis 23/4/2026 di Jakarta. “Kalau pers dibungkam, ketidakadilan merajalela. Kalau jurnalis dilindungi, demokrasi tumbuh dan perdamaian jadi mungkin.”

*Peringatan di Puncak Bogor*

Untuk memperingati hari ini, WPO bersama Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia akan menggelar acara selama dua hari, 2–3 Mei 2026 di Wisma Arga Muncar, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

“Tanggal 3 Mei itu bersejarah,” jelas Presiden WPO. “Di tanggal itu tahun 1991, lahir Deklarasi Windhoek di Namibia. Deklarasi yang disusun para jurnalis Afrika ini jadi dasar kebebasan pers modern. Memperingati 3 Mei berarti menghargai keberanian mereka yang berani bicara benar meski nyawa taruhannya.”

WPO juga menyoroti bahwa tiap tahun UNESCO membahas tantangan berat dunia jurnalistik: keamanan digital, hoaks, sampai perlindungan jurnalis di daerah konflik.

*Beda dengan Hari Pers Nasional*

WPO meluruskan soal dua hari peringatan yang sering dianggap sama di Indonesia. “Hari Kebebasan Pers Sedunia itu agenda PBB tiap 3 Mei, fokusnya tantangan kebebasan berekspresi secara global. Sedangkan Hari Pers Nasional 9 Februari adalah tradisi Indonesia untuk memperingati lahirnya PWI. Keduanya penting, tapi mandat dan skalanya beda,” tegas WPO.

Bagi WPO, rumusnya sederhana: dunia damai butuh pers yang bebas, dan pers yang bebas butuh dukungan kita semua.(*/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *